About Me

header ads

Sejarah : Arsitektur Klasis Romawi 1

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

id.wikibooks.org

Latar Belakang Romawi

Peradaban Romawi kuno berada di semenanjung Apenia (sekarang disebut sebagai Italy) dan berpusat di kota Roma. Pada awalnya peradaban ini dimulai dari kehidupan bangsa Latia di lembah sungai  Tiber dan hidup dengan bertani. Berdasarkan legenda, Kota Roma didirikan oleh Romulus (raja pertama kerajaan romawi).

Bangsa Romawi pada awalnya hidup sebagai petani, namun setelah mereka berhasil melawan bangsa Etruskia, bangsa ini berubah menjadi masyarakat yang kapitalis dan materialis. Mereka suka berperang dan mengumpulkan kekayaan. Mereka membeli banyak ladang dan penggarapannya dilakukan oleh para budak dari hasil daerah jajahan.

Kebudayaan Bangsa romawi sendiri merupakan campuran dari 2 budaya yaitu Yunani dan Etruskia. Bangsa romawi maju dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi dengan melanjutkan teori teori dari bangsa Yunani Kuno. Untuk hal Kepercayaan bangsa Romawi kuno sama dengan kepercayaan bangsa Yunani kuno yaitu percaya akan dewa – dewa. Tetapi dewa yang mereka puja berbeda.

Bangsa romawi banyak melakukan inovasi dalam bidang Arsitektur, tiga diantaranya yang paling terkenal adalah penggunaan atap melengkung, batu bata, dan semen. Kibal mereka sendiri dalam mengembangkan Inovasi adalah bangsa Yunani.

Karakteristik Masyarakat

Masyarakat romawi pada awalnya merupakan seorang petani, namun setelah berhasil melawan bangsa Etruskia, mereka berubah menjadi masyarakat yang kapitalis dan materialistis.

Bangsa Romawi memiliki kepercayaan yang sama dengan Bangsa Yunani Kuno, yaitu kepercayaan terhadap dewa - dewi, tetapi dewa - dewi yang mereka sembah berbeda dengan Bangsa Yunani, adapun dewa dewi mereka adalah :

-          Jupiter                 (raja dewa-dewa)
-          Yuno                      (dewi rumah tangga)
-          Minerus               (Dewi pengetahuan)
-          Venus                   (dewi kecantikan)
-          Mars                      (dewa perang)
-          Neptunus            (dewa laut)
-          Diana                     (dewi pemburuan)
-          Bacchus                (dewa anggur)


Pemerintahan bangsa Romawi sendiri memakai pemerintahan Republik dari rakyat, yang merupakan kunci perkembangan kekaisaran Romawi, sebagai lingkungan berinfrastruktur urban (dipimpin oleh figur Senator, Kaisar, Dikatator)

Sifat masyarakatnya :

  • Disiplin, patriotik, melayani negara
  • Universalitas, keteraturan dalam setiap kehidupan
  • Pragmatik dan realistik
  • Kemajuan teknologi rekayasa dan pertukangan
  • Rekayasa kemiliteran

Arsitektur Romawi

Seperti yang telah saya tulis diatas, bangsa romawi merupakan bangsa yang terkenal karena inovasinya dalam bidang teknologi, dan arsitektur, adapun dalam arsitektur yang paling dikenal adalah teknik penggunaan atap lengkung, batu bata, dan semen.

Untuk membuat adukan semen yang akan dijadikan beton, mereka mencampurkan abu gunung merapi, sand rocks, limestones lalu dicampurkan dengan batu atau bata.


Jika mereka ingin berkumpul ataupun melakukan kegiatan berkelompok, biasanya mereka akan berkumpul di basilika. Basilika sendiri merupakan kesatuan ruang bentuk, hasil transformasi dari kuil Yunani (untuk para dewa), menjadi fungsi bangunan balai untuk manusia.

Basilika

Basilika

Bagian dalam basilika sedikit banyak mirip dengan gereja Kristen atau katedral abad pertengahan; ada ruangan besar dengan tiang-tiang untuk membentuk gang-gang. Kadang ada tempat duduk untuk orang-orang tertentu. Lantai basilika Aemilia dibangun dari berbagai jenis marmer, yang didatangkan dari Numidia, Mesir, Yunani, dll, untuk menunjukkan tempat-tempat kekuasaan Romawi.

Beda antara basilika dengan gereja adalah bahwa pintu masuknya terletak di sisi panjang bangunan.

Di dalam basilika sendiri tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertemuan saja, fungsi lainnya juga bisa digunakan untuk, hakim mengadili suatu perkara, politikus menggelar pidato, guru mengajar murid-muridnya, dll. Di tangga basilika, orang-orang biasanya menjual makanan atau menukarkan uang. Ketika basilika Aemilia terbakar habis, banyak koin perunggu (hasil pertukaran) yang meleleh ke lantai basilika.




Terima kasih,Semoga Bermanfaat

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Posting Komentar

0 Komentar