About Me

header ads

Masjid bernuansa Tionghoa yang menjadi icon wisata Palembang

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


(www.indonesiakaya.com)

Masjid Cheng Ho, masjid yang bernuansa Tionghoa ini merupakan salah satu ikon wisata kebanggaan di kota Palembang, masjid ini dibangun atas prakarsa Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Palembang untuk menghormati Laksamana Cheng Ho karena beliau merupakan salah satu tokoh penting dalam penyebaran agama Islam di Palembang.

Laksamana Cheng Ho dikenal sebagai panglima Angkatan laut Tiongkok dari abad XV. Cheng Ho dipercaya memimpin armada besar dalam ekspedisi perdagangan di Nusantara. Selain berdagang, Cheng Ho juga mengenalkan agama islam pada daerah – daerah yang disinggahinya. Karena perilaku yang baik dan juga membawa kedamaian, Cheng Ho pun memiliki banyak pengikut.

Nama panjang dari masjid ini adalah Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho, pengambilan nama Cheng Ho sebagai nama masjid bukan tanpa alasan, selain karena penghormatan atas beliau, sejarah yang dibangun oleh beliau juga layak untuk dikenang. Selain untuk mengenang jasa Laksamana Cheng Ho, Masjid Cheng Ho Palembang dibangun dengan tujuan lain yakni untuk menjaga hubungan baik antara masyarakat keturunan Tionghoa dan masyarakat asli Palembang. 

(www.indonesiakaya.com)

Ketika berkunjung ke Kota Palembang melewati daerah selatan Jakabaring, tepatnya Perumahan Mulia Jakabaring, akan terlihat dua menara berwarna merah menyala bergaya arsitektur Tionghoa yang sekilas terlihat seperti Pagoda. Kedua menara tersebut merupakan menara Masjid Cheng Ho yang masing – masing diberi nama Habluminallah dan Hambluminannas. Menara tersebut disisipkan ornamen khas Palembang, berupa tanduk kambing di sudut atap. Selain itu, menara tersebut dibangun berlantai 5 dengan tinggi 17meter yang diartikan sebagai simbol dari jumlah rakaat dalam 5 kali salat fardhu.

(www.indonesiakaya.com)

Saat memasuki pintu gerbang Masjid yang kokoh berdiri di atas tanah 4.990 m2 tersebut, nuansa budaya Tionghoa sudah terasa karena disambut elemen-elemen khas Tionghoa dengan warna merah dan hijau giok serta tulisan-tulisan aksara Tionghoa. Setelah memasuki gerbang, pengunjung akan menuju ke bawah menara khas klenteng Tionghoa tersebut dimana tempat wudhu berada. Setelah itu, saat memasuki Masjid, makmum pria dan wanita dipisahkan dengan leveling lantai bukan dengan pembatas tirai seperti Masjid pada umumnya, makmum pria berada di lantai pertama sedangkan makmum wanita berada di lantai kedua


Masjid yang ada di selatan kota Palembang ini, yang tepatnya di Kawasan Perumahan Amin Mulia di Kawasan Jakabaring. Masjid ini bernama Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang, Masjid ini didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumsel, dan serta tokoh masyarakat Tionghoa di sekitar Palembang sebagi penghormatan kepada Laksamana Cheng Hoo sebagai salah satu tokoh penyebaran islam di Palembang.

Masjid Cheng Hoo memiliki 2 lantai dengan design arsitektur khas dengan memadukan dua unsur design Timur Tengah dengan design Tionghoa, kemudian pada bagian menara dan gapura pada masjid ini memiliki design seperti Pagoda pada Klenteng yang ada di China. Pada bagian atap gapura Masjid Cheng Hoo memiliki perpaduan bentuk atap rumah adat di Palembang yang memiliki bentuk limasan dengan cat atap berwarna kuning emas.

Masjid Cheng Hoo ini lebih dari sekedar tempat beribadah bagi masyarakat sekitar. Karena Masjid ini menghelat kegiatan-kegiatan agama dan kemasyarakatan, dan telah menjadi sebuah tujuan wisata, yang memikat para pengunjung baik lokal ataupun mancanegara. Pada gaya design arsitektur masjid ini membuktikan bahwa ada ruang  untuk warga mengapresiasi kebudayaan mereka antara percampuran tradisi budaya Tionghoa dan Islam lokal. 



Terima kasih,Semoga Bermanfaat

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Posting Komentar

0 Komentar