About Me

header ads

Kritik Advocatif Museum dunia

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Sebelum melakukan kritik advocatif, sebaiknya kita tahu dulu apa itu kritik advocatif, jadi kritik advocatif ini merupakan bagian dari kritik interpretatitf (kritik menurut pendapat pribadi), nah advocatif ini merupakan cabangnya. Untuk kritik advocatif ini kita berperan seolah-olah menjadi arsitek dari bangunan tersebut, kita mengarahkan suatu pandangan yang sekirannya menarik dari bangunan tersebut kepada pembaca atau pengamat.

Untuk kritik advocatif ini saya mengambil obyek museum, alasan pertama karena ini masih merupakan tugas saya sewaktu kuliah, lalu menurut saya museum sendiri sedikit lebih mudah untuk di kritik, apalagi kritik advocatif , sehingga membantu saya pribadi dalam membuat artikel ini hehe.

Baik langsung ke pembahasan saja, saya mengambil dua museum yang dikritik, yang pertama merupakan kritikan saya pribadi, dan yang kedua adalah kritikan teman satu kelompok saya Yoga Gama Putra (silahkan dicari IG nya hehe). 



Museum Guggenheim, Bilbao, Spayol



Frank Owen Gehry, atau lebih dikenal dengan nama Frank Gehry, hampir seluruh orang yang belajar arsitektur tahu tentang orang ini, desain yang apik dan sering menjadi trendsetter dunia membuat namanya dikenal, salah satu desain yang berhasil mengangkat namanya adalah Museum Guggenheim di Bilbao. Gehry berhasil memesona jutaan pasang mata dunia dengan karya yang berbentuk bulat, spiral, dan meliuk – liuk. Bentukan Guggenheim merefleksikan sejarah Kawasan industri kapal dan pemancingan, meskpipun dari depan terlihat seperti kapal, tetapi jika dilihat dari atas akan tampak seperti bunga. Material titanium yang biasa digunakan untuk pembuatan pesawat menjadi pilihan Gehry untuk menghiasi Gedung dan menyerupai sisik ikan raksasa. Berdiri di tepi sungai Nervion membuat museum ini menjadi ikon kota Bilbao, Spayol. Kota yang pada awalnya dilanda krisis ekonomi ini berhasil dibuat bangkit kembali dengan hadirnya museum ini. Museum yang dibuka sejak tahun 1997 ini berhasil menarik minat 4 juta turis selama tiga tahun pertama beroperasi. Selama itu pula museum ini telah menghasilkan keuntungan sebanyak 500 juta euro. Pada tahun 2015, jumlah pengunjung ke Bilbao mencapai 6 juta orang. Kota yang awalnya hanya mengandalkan industri besi dan baja sebagai jantung perekonomian, kini berubah menjadi pusat kegiatan conference internasional, dan memiliki penghasilan rata – rata tertinggi di Spanyol.



Museum Of Tomorrow, Rio de Janeiro, Brazil




Seperti apa design of tomorrow? Rio de Janeiro telah menjawab isu itu melalui bangunan museum barunya, Museu do Amanha atau Museum of Tomorrow. Museum yang terletak di tepi Teluk Guanabara ini menjadi landmark baru bagi mantan ibukota Brazil tersebut yang sering dijadikan top list bagi para turis. Konsep terinspirasi dari budaya Carioca, budaya asli Rio de Janeiro, melalui arsitekturnya serta kosmologi berupa hubungan antara manusia dan alam. Nuansa ketenangan dan integrasi dengan alam ditunjukan oleh atap kantilever sepanjang 75m yang menekankan bangunan berintegrasi dengan Teluk Guanabara serta kolam refleksi yang mengelilinginya. Melalui desain interiornya, museum ini mengajak manusia untuk merenungkan pola hidup mereka “hari ini” yang bersifat destruktif terhadap alam dan mengubah mindset untuk membentuk “hari esok” yang lebih baik. Intinya, Museum of Tomorrow ini menggabungkan seni, sains, dan keberlanjutan yang bertujuan untuk menyampaikan hal mendesak demi perubahan hari esok yang lebih baik.

  



Terima kasih,Semoga Bermanfaat

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Posting Komentar

0 Komentar