About Me

header ads

Mengenal Vray lebih dalam

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Kalian yang masuk jurusan arsitektur pasti tidak asing dengan aplikasi sketchup, terkadang kalian juga sering ngeliat hasil - hasil render dari aplikasi sketchup tersebut baik di pinterest ataupun di google gambar.

Misalnya kayak gambar-gambar dibawah ini hehehe:




Kalau mau lihat lebih banyak contoh yang saya buat bisa langsung cek di Instagram saya ya hehe @arzandi_fakhrurrozi, kalaupun ada proyek yang mau didiskusikan silahkan DM atau cek kontak di bagian about atau contact pada web ini hehehehe


BACK TO TOPIC 

Tapi sebenernya kalian tahu gak sih?, aplikasi sketchup itu pure cuma aplikasi buat 3d modeling aja, dengan kata lain aplikasi sketchup ini tidak bisa digunakan untuk ngerender.

Lho?, kok gitu?, ini buktinya saya bisa merender dengan aplikasi sketchup bang, abang bohong ya?. Tunggu dulu, saya tidak bohong kok, untuk merender di sketchup kita membutuhkan plugin aplikasi tambahan misalnya v-ray, enscape, twinmotion, dll.

Kalau gk percaya coba aja kalian render pake pure sketchup tidak dengan tambahan v-ray ataupun plugin penunjang lainnya. Saya jamin tidak akan bisa, kecuali ada update dari pihak sketchup sendiri.

😀😀😀😀😀

Oke, balik ke pembahasan, jadi dengan kata lain, vray itu lebih ke semacam aplikasi plugin tambahan yang digunain buat ngerender, tidak cuma buat sketchup, tapi juga buat aplikasi seperti 3dmax, maya dsb, juga bisa di pake ni si vray, tergantung dari versi vray itu sendiri.

Kali ini saya akan bahas vray versi 2.0, vray 2.0 ini compitable dengan sketchup versi 2016, untuk sketchup 2017 akan memakai vray 3.4, nah dari versi 3.4 keatas ini udah beda banget dengan sistem pengaturan di vray 2.0, secara basic sih masih mirip, tapi dari tampilan dan fitur udah banyak perubahan, jadi nanti akan saya bahas untuk versi 3.4 keatas.

Untuk sekarang versi 2.0 dulu

Oke, masuk ke halaman awal, dalam vray 2.0 ini telah disediakan 3 presets untuk render

  • Camera
  • Interior
  • Exterior
Tentunya tiap presets akan memiliki pengaturan berbeda beda, itupun menyesuaikan dengan kualitas render yang kita ingini, pengaturan pada tiap preset sendiri memiliki settingan standar default yang telah disediakan mulai dari settingan test hingga very high quality.


Memang jika ingin cepat kita bisa mengandalkan settingan default ini, namun kembali lagi terkadang settingan default masih belum cukup untuk hasil yang kita inginkan, oleh karena itu perlu untuk mengenal tiap-tiap bar settingan yang telah disediakan oleh v-ray ini.


Oke yang pertama :

Global Switch




Dibagian ini yang akan saya bahas, dan mungkin juga paling sering dipakai adalah kolom bagian lighting :


  1. Lights
    Sumber cahaya, sangat disarankan untuk tetap dicentang
  2. Hidden Lights
    Jika kita ingin nyembunyiin cahaya yang kita buat, kita bisa centang Hidden Lights ini. Untuk penggunaannya sendiri saya biasanya gunain saat pakai rectangle lights sebagai sumber cahaya. Agar bentuk rectangelnya tidak terlihat dan hanya cahaya yang terlihat biasanya saya centang Hidden lights ini, dan di menu settingan rectangel light juga saya centang pada bagian invisible.
  3. Default Lights
    Adalah pencahayaan bawaan dari vray. Jika kita centang maka kita juga harus centang GI Lights pada menu environtment, jika tidak makan layar akan menjadi gelap / hitam.

System


  1. Dinamic Memory Limit
    Bagian ini adalah penggunaan RAM yang digunakan saar ngerender. Kalau dikosongi maka vray akan otomatis menyesuaikan dengan sendirinya.
  2. Render Region divisions
    X, Y, Means dan Regions sequence
    Bagian ini adalah pengaturan kotak-kotak yang muncul saat proses rendering, semakin kecil nilai c dan y makan akan semakin kecil kotak-kotak yang muncul. Menurut saya pribadi hal ini tidak berpengaruh pada proses rendering.
Camera



Penggunaannya sama seperti teori standar penggunaan kamera
  1. Shutter speed>>>Semakin rendah semakin terang
  2. F-number>>>Semakin rendah semakin terang
  3. Film speed(ISO)>>>Semakin tinggi semakin terang
Environtment



Pada bagian ini merupakan area untuk mendapatkan sumber cahaya, karena pengaturan default pada environtment sendiri merupakan pengaturan cahaya utama (matahari) dengan kata lain jika kita naikkan angka yang terdapat pada environtment makan semakin besar juga cahaya yang didapat. Dan semakin besar angka pada bagian reflection/refraction maka semakin besar juga cahaya yang akan dipantulkan/diserap pada gambar.

Di environtment ini juga kita dapat memasukkan HDRI (High Dimension Resolution Image) yang biasa digunakan sebagai backgorund langit, dan menyetinggnya.


Image Sampler



Image Sampler sendiri saya pribadi belum tahu itu apa dan untuk apa kegunaannya, namun jika menurut chaos group, image sampler ini adalah sebuah alogaritma untuk menyaring dan menyeleksi fungsi masing-masing gambar/pixel dan memberikan hasil akhir untuk menghasilkan gambar yang diinginkan.


DMC Sampler





Pada DMC Samplrer ini terdapat 4 bagian yang bisa kita setting, untuk bagian adaptive amount, min samples dan global subdivs sendiri biasanya saya tidak memakainya karena alasan spek laptop yang kurang memadai hehe 😅, jadi saya tidak tahu persis apa fungsinya. Tapi berdasarkan sumber yang saya dapatkan kurang lebih fungsinya sebagai berikut :


  1. Adaptive Amount

    Bagian ini sendiri saya baru sekedar memakai satu dua kali untuk settingan langsung sebagai percobaan, karena kendala laptop, jadi saya juga tidak tahu fungsi jelasnya, namun jika berdasarkan beberapa sumber yang saya cari. Adaptive Amount ini berfungsi untuk mengontrol jumlah minimum sample yang akan diambil, dengan kata lain mungkin membuat gambar menjadi lebih jernih karena berfokus pada sample yang akan diambil sehingga meminimalisir blur pada gambar yang jauh. Untuk angkanya 1,0 berarti adaptasi penuh, jika 0,0 berarti tidak ada adaptasi. Semakin tinggi angka yang dimasukkan maka akan semakin bagus juga gambar, namun waktu rendering juga semakin lama.

  2. Noise Treshold
    Bagian ini yang paling sering saya pakai, mungkin juga kalian sudah banyak yang tahu. Semakin tinggi angka yang dimasukkan maka semakin halus juga gambar, namun berefek pada waktu rendernya, begitupun sebaliknya.

  3. Min Samples
    Bagian ini menentukan jumlah minimum sample yang akan digunakan. Semakin tinggi maka semakin halus gambar, dan semakin lama waktu rendernya. Begitu juga sebaliknya.

  4. Global Subdivs Multiplier
    Bagian ini adalah subdivs secara keseluruhan, bisa juga digunakan untuk menaikkan ataupun menurunkan setting secara keseluruhan. Karena sebagian besar subdivs dipengaruhi hal ini (contohnya : dof, moblur, peta radiasi, brute-force GI, lampu daerah, bayangan daerah, mengkilap refleksi / refraksi)

Color Mapping



Color Mapping vray sketchup adalah pemetaan warna. Karena terkadang gambar/pixel terlalu tinggi untuk ditampilkan pada layar. Dan pemetaan ini berfungsi untuk memetakan ulang gambar/pixel yang cocok untuk layar.


Vfb Channel



VFb Channel adalah channel tambahan sesuai kebutuhan untuk melakukan recomposition gambar. Kita bisa memilih secara custom channel yang akan kita keluarkan. Mulai dari RGB, Alpha, Background, Reflection, Refraction dll. Channel ini berguna pada saat kita melakukan post production di Photoshop atau yang lainnya.


Output



Output adalah hasil gambar rendering. Pada menu ini terdapat beberapa settingan mulai dari ukuran gambar/video sampai jenis file yang akan keluar nanti. Pengaturan video seperti FPS, Frame bisa diatur pada menu ini.


Indirect Illumination



Pada menu ini yang paling sering digunakan adalah Ambient Occlussion atau biasa disebut AO. Yang berfungsi memunculkan gradasi cahaya pada bagian sudut-sudut ruangan atau model 3d kita.
  • Amount adalah nilainya
  • Subdivs adalah tingkat kehalusannya
  • Radius adalah jarak gradasi cahayanya

Banyak sekali setting AO yang beredar, akan tetapi sekali lagi gunakanlah yang paling sesuai dengan anda.


Irradiance Map



Irradiance Map merupakan bagian yang berfungsi untuk mengontrol dan menyempurnakan berbagai aspek peta radiasi. Biasanya bagian ini digunakan hanya ketika peta radiasi dipilih sebagai metode GI untuk pantulan difus primer.


Light Cache



Pada bagian Light Cache biasanya saya hanya menggunakan bagian subdiv dan sample light nya saja, karena bagian light cache ini sendiri merupakan bagian untuk mengatur sebuah penerangan dalam scene vray, sehingga semakin tinggi nilai subdiv yang dimasukkan maka semakin halus juga pencahayaan yang dipantulkan, namun tetap berakibat pada waktu renderingnya yang membuatnya semakin lama. Hal ini berkebalikan dengan bagian Sample size.


Caustic


Ya untuk menu ini sendiri kembali lagi, saya juga belum pernah memakainya jadi kurang lebih saya masih belum terlalu paham apa fungsinya, namun berdasarkan sumber-sumber dari internet sih kurang lebih si caustic ini berfungsi untuk pemetaan foton,baik itu mengambil dlam scene, melacak, ataupun merekam foton yang sampai ke permukaan objek.


Default Displacement



Default Displacement adalah menu yang berfungsi agar kita dapat mengontrol materila displacement secara keseluruhan. Jika anda ingin mengatur displacement per material (bukan secara global) maka anda jangan mencentang opsi material GLOBAL pada material displacement.


RT Engine

Saran saya jika PC anda tidak terlalu kuat jangan pernah menggunakan menu ini. Karena akan sangat mengecewakan.


Yaps mungkin itu dulu dari saya, untuk pembahasan vray ataupun aplikasi rendering lainnya atau setinggan rendering mungkin akan dibahas pada postingan yang akan datang hehehe, silahkan komen jika ada kesalahan dalam postingan saya, saran ataupun pertanyaan hehehe 😊😊😊





Terima kasih,Semoga Bermanfaat

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Posting Komentar

4 Komentar

  1. makasih bang, insyaAllah bermanfaat..

    BalasHapus
  2. Sy baru belajar render vray 4, apakah bisa tolong contoh setting standar eksteriornya, trims banyak sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Vray 4 / Vray Next, sebenarnya settingannya gk jauh beda sama versi Vray sebelumnnya, dengan kata lain kalo ngerti penggunaan Vray versi sebelumnnya nanti bakal nyesuain sendiri, namun dengan sedikit penambahan seperti adanya library material sm bentuk tampilan yang berbeda mungkin itu yang ngebuat kita jadi agak bingung.

      Umumnya sih untuk dapet hasil yang bagus itu, biasanya nyetting di materialnya (kebetulan Vray 4 / next ini udh punya library sendiri, jadi kalau mau simpel ambil aja settingan dari library tsb), sudut pengambilan gambar, penggunaan HDRI dll, itu semua disesuaikan dengan bagaimana mas sendiri maunya.

      Untuk contoh gambar sendiri, mungkin bisa mas liat di https://www.zistud.com/2020/05/settingan-exterior-render-cabin-sampel.html makasih udah berkunjung :)

      Hapus