About Me

header ads

Macam-macam jenis lampu dan cara menghitung kebutuhan Lampu dalam suatu ruangan

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم




Dalam dunia Arsitektur khususnya Interior, tentunya menentukkan jenis lampu serta berapa jumlah lampu yang akan digunakan dalam desain kita termasuk dalam hal yang cukup krusial, jika kita tidak memiliki pengetahuan akan jenis lampu dan berapa standar yang baik, maka bisa jadi rumah atau ruangan yang kita desain akan terlalu gelap atau terlalu terang. Oleh karena itu saya kali ini akan membahas tentang jenis-jenis lampu yang biasa dipakai, serta cara menghitung kebutuhan Watt dalam sebuah ruangan yang nantinya bisa kamu aplikasikan kedesain kamu.

Kenali Jenis-jenis lampu yang sering dipakai :

  1. Bohlam Pijar
    Sumber : 500px.com

    Lampu jenis ini cahayanya berasal dengan memanaskan kawat pijar tipis yang berada di pusat bagian dalam bohlamnya. Untuk menghasilkan cahaya pemanasan dilakukan hingga mencapai temperatur tertentu. Dengan kata lain, lampu jenis ini sebagian besar energinya digunakan untuk memproduksi panas, bukan cahaya. Karenanya, kawat pijar lebih cepat terbakar dan rusak. Walaupun harga per satuannya relatif murah, sayangnya jenis lampu ini tidak awet. Lampu jenis ini bukanlah pilihan yang tepat jika desain rumahmu memiliki konsep hemat energi.
  2. Lampu Neon

    Lampu jenis ini memanfaatkan tenaga elektrik untuk merangsang penguapan merkuri yang gelombang UV. Dari proses tersebut dihasilkan fosfor yang berpendar dan memproduksi cahaya yang menyilaukan mata. Lampu jenis ini bisa dibilang kurang cocok jika digunakan didalam rumah karena selain paparan cahaya yang terlalu terang yang bisa merusak kesehatan mata juga karena kandungan merkuri yang bisa merusak kesehatan kulit. Namun lampu jenis ini menjadi pilihan yang tepat jika digunakan untuk pabrik, toko, supermarket dan kepentingan komersial lainnya.
  3. Lampu Neon Kompak (Compact Fluorescent Ligths)

    Sumber : 1000bulbs.com


    Lampu neon kompak (CFL) secara bentuk, ukuran dan pancaran cahaya bisa dibilang hampir sama dengan lampu bohlam pijar. Namun tidak seperti lampu bohlam yang menggunakan panas untuk menghasilkan cahaya, CFL menggunakan tenaga listrik untuk menghasilkan cahaya dan bisa bertahan tujuh kali lebih lama dibanding lampu bohlam pijar.

    Banyak juga yang bilang kalau lampu CFL ini merupakan versi kecil dari lampu neon. Lampu jenis ini bisa digunakan untuk penerangan rumah tangga dengan durasi hingga tujuh tahun. Namun karena mengandung merkuri sama seperti lampu neon, jadi harap untuk membatasi penggunaannya. Jangan dinyalakan jika memang tidak terlalu perlu untuk dinyalakan. Lampu ini juga cocok digunakan di ruang makan, dapur dan taman.
  4. Lampu TL (Fluorscent Lamp)
    Sumber : Klikglodok.com

    Lampu TL biasa disebut juga lampu Pendar, lampu ini termasuk dalam jejeran lampu dengan harga ekonomis dan banyak digunakan orang. Untuk menghasilkan cahaya lampu jenis ini memanfaatkan gas Neon dan lapisan dari Flourescent saat dialiri listrik, hal ini membuat lampu ini mebutuhkan sedikit waktu untuk membuatnya bercahaya sempurna.
  5. HID

    Sumber: Bulbs.com
    HID kepanjangan dari High Intensity Discharge, menghasilkan cahaya yang sangat terang dan memiliki daya tahannya hingga 20.000 jam. Namun lampu ini sebaiknya tidak digunakan untuk tempat tinggal karena menghasilkan radiasi UV yang cukup besar. Kalaupun ingin digunakan, harus dilengkapi dengan filter untuk menyaring radiasi yang dapat merusak kulit tersebut. HID biasanya digunakan untuk pencahayaan di area yang sangat luas. Misalnya stadion, lapangan atau toko berukuran besar.
     
  6. Hybrid Halogen CFL

    Sumber: viva.co.id

    Lampu ini mengombinasikan tiga teknologi, CFL; halogen dan pijar untuk menciptakan bohlam hybrid. Memiliki ukuran yang kecil seperti bohlam pijar, namun dengan cahaya yang lebih terang dan tahan lama. Cukup nyaman dan efisien baik untuk penggunaan rumah tangga maupun industrial. Lampu ini juga terbilang aman karena sudah mengantungi sertifikat dari Environmental Protection Agency dan US Department of Energy. Ketahanannya delapan kali lebih lama dibandingkan lampu pijar standar.
  7. Lampu LED (Light Emitting Diode)

    Sumber : pinterest.com

    Lampu jenis ini merupakan jenis lampu yang paling banyak digunakan sekarang, alasanya sederhana, lampu LED bisa menghemat energi mencapai 90% jika disbandingkan dengan lampu pijar umumnya. Tentunya hal ini membuat lampu ini menjadi lampu paling hemat energi saat ini. Untuk rentan usia pun bisa dibilang cuku lama, yaitu mencapai 25 tahun.
  8. Lampu Halogen

    Sumber : merdeka.com

    Cara kerja Lampu Halogen bisa dibilang sama sama dengan lampu pijar yaitu dengan memijarkan/memanaskan kawat filament didalamnya. Sehingga kualitas cahaya dan waran lampunya pun menyerupai lampu pijar. Yang membuat lampu ini berbeda dari lampu pijar yaitu ukurannya, Lampu ini dibuat dengan ukuran yang lebih kecil dari lampu pijar biasa. Lampu jenis ini biasa digunakan sebagai lampu hias untuk table lamp atau lampu sorot.

Apa itu Watt pada Lampu dan Bagaimana cara memilih Lampu dengan Watt yang Tepat

Watt merupakan jumlah energi yang digunakan oleh lampu atau bohlam. Jika kamu memilih lampu dengan watt yang rendah, sudah bisa dipastikan energi yang dipakai pun akan lebih hemat, namun cahaya yang dihasilkan biasanya akan lebih redup dibandingkan lampu dengan watt yang lebih tinggi. Umumnya, untuk 1 Watt Lampu menghasilkan 75 Lumen.

Standar Pencahayaan untuk Setiap Ruang

Sumber : pinterest.com


Sebelum melanjutkan ke perthitungan, ada baiknya kita mengetahui standar kebutuhan pencahayaan untuk tiap ruangan. Adapun standar-standar pencahayan ruangan tersebut adalah sebegai berikut :

Ruangan yang ada di dalam Rumah Tinggal
  • TERAS Standar pencahayannya adalah 60 LUX
  • RUANG TAMU Standar pencahayannya adalah 120 – 150 LUX
  • RUANG MAKAN Standar pencahayannya adalah 120 – 250 LUX
  • RUANG KERJA Standar pencahayannya adalah 120 – 250 LUX
  • KAMAR TIDUR Standar pencahayannya adalah 120 – 250 LUX
  • KAMAR MANDI Standar pencahayannya adalah 250 LUX
  • DAPUR Standar pencahayannya adalah 250 LUX
  • GARASI Standar pencahayannya adalah 60 LUX

Ruangan yang ada di dalam perkantoran
  • RUANG DIREKTUR Standar pencahayannya adalah 350 LUX
  • RUANG KERJA Standar pencahayannya adalah 350 LUX
  • RUANG KOMPUTER Standar pencahayannya adalah 350 LUX
  • RUANG RAPAT Standar pencahayannya adalah 300 LUX
  • RUANG GAMBAR Standar pencahayannya adalah 750 LUX
  • GUDANG ARSIP Standar pencahayannya adalah 150 LUX
  • RUANGAN ARSIP AKTIF Standar pencahayannya adalah 300 LUX

Ruangan yang ada di dalam Sekolahan
  • RUANG KELAS Standar pencahayannya adalah 250 LUX
  • PERPUSTAKAAN Standar pencahayannya adalah 300 LUX
  • LABORATORIUM Standar pencahayannya adalah 500 LUX
  • RUANG GAMBAR Standar pencahayannya adalah 750 LUX
  • KANTIN Standar pencahayannya adalah 200 LUX

Ruangan yang ada di dalam Hotel dan Restoran
  • LOBBY & KORIDOR Standar pencahayannya adalah 100 LUX
  • RUANG SERBA GUNA Standar pencahayannya adalah 200 LUX
  • RUANG MAKAN Standar pencahayannya adalah 250 LUX
  • KAFETARIA Standar pencahayannya adalah 250 LUX
  • KAMAR TIDUR Standar pencahayannya adalah 150 LUX
  • DAPUR Standar pencahayannya adalah 300 LUX

Ruangan yang ada di dalam Rumah Sakit/ Balai pengobatan
  • RUANG RAWAT INAP Standar pencahayannya adalah 250 LUX
  • RUANG OPERASI, R. BERSALIN Standar pencahayannya adalah 300 LUX
  • LABORATORIUM Standar pencahayannya adalah 500 LUX
  • RUANG REKREASI DAN REHAB Standar pencahayannya adalah 250 LUX

Ruangan yang ada di dalam Rumah Ibadah
  • MASJID Standar pencahayannya adalah 200 LUX
  • GEREJA Standar pencahayannya adalah 200 LUX
  • VIHARA Standar pencahayannya adalah 200 LUX

(SNI 03-6197-2000 Konservasi Energi Sistem Pencahayaan Pada Bangunan Gedung)


Mengenal beberapa satuan cahaya

Sebelum masuk keperhitungan ada baiknya jika kita mengetahui beberapa satuan cahaya yang biasa digunakan

  1. CANDELA.
    Candela adalah intensitas cahaya didefinisikan dengan intensitas standar lilin (candle) dalam menerangi. Candela setara dengan sumber cahaya monokrom yang memancarkan radiasi pada frekuensi 540 x 10^12 Hz.
  2. LUMENLumen adalah salah satu satuan Pencahayaan. Lumen menjadi angka kekuatan cahaya pada saat cahaya di arahkan pada sudut tertentu. Semakin besar nilai lumens maka semakin terang cahayanya.
  3. LUXLux adalah hasil akhir jatuhnya cahaya. Lux hanya menghitung cahaya sinar pada satu ruang saja, dan angka cahaya terang dari Lux itu sendiri, sehingga berapapun nilai candela atau lumen tidak berlaku pada satuan LUX.

Menghitung Kebutuhan Watt Lampu untuk sebuah Ruang
Setelah mengetahui standar-standar ruangan dan satuan dari pencahayaan, selanjutnya kita bisa mulai menghitung kebutuhan watt dan lampu penerangan yang kita butuhkan dalam ruangan. Untuk menghitungnya kita bisa menggunakan rumus dibawah ini :

Rumus:

N =            E x L x W
            Ø x LLF x Cu x n


Penjelasan Rumus diatas, adalah :
  • N = Jumlah titik lampu
  • E = Kuat penerangan (Lux), rumah atau apartemen standar 100lux - 250lux
  • L = Panjang (Length) ruangan dalam satuan Meter
  • W = Lebar (Width) ruangan dalam satuan Meter.
  • Ø = Total nilai pencahayaan lampu dalam satuan LUMEN
  • LLF = (Light Loss Factor) atau Faktor kehilangan atau kerugian cahaya, biasa nilainya antara 0,7–0,8
  • Cu = (Coeffesien of Utillization)
  • n = Jumlah Lampu dalam 1 titik

Contoh Penghitungan Kebutuhan Lampu pada Sebuah Ruang

Soal :

Sebuah ruang tamu dengan ukuran Panjang 6 meter dan Lebar 5 Meter di dalam Rumah tinggal, hendak dipasang Lampu TL 40 Watt, Berapa banyak lampu TL 40 Watt yang dibutuhkan untuk memberikan pencahayaan yang baik dalam ruangan ruang tamu tersebut ?

Diketahui:
Dari data standar diatas  adalah : 120 Lux – 150 Lux.
Kita ambil Nilai tertinggi yaitu 150  Lux

Maka diketahui, E = 150 Lux.

Panjang ruangan atau L = 6 meter

Lebar ruangan atau W = 5 meter

Nilai Lumen lampu atau Ø = 40 Watt x 75 Lumen
Ø = 3000 Lumen.


Sumber : pinterest.com

Untuk mengetahui nilai koefisien atau CU (coeffesien of utilization), kita bisa menggunakan standar koefisien untuk penerangan langsung pada ruang dengan warna terang, yaitu di kisaran 50-65%. Pada studi kasus ini kita bisa mengambil nilai terendah agar mudah menghitungnya, yaitu 50% atau 0,5.
Light loss factor (LLF) umunya berada di angka 0,7-0,8. LLF biasanya dipengaruhi juga oleh kebersihan sumber cahaya, tipe kap lampu, penyusutan cahaya dari permukaan lampu, dsb.
Pada contoh kasus ini kita akan mengambil nilai terendah yaitu 0,7

Jumlah lampu yang akan kita gunakan dalam satu titik (n) adalah 1, angka ini disesuaikan dengan bagaimana desainmu nantinya.


Maka,

N =            E x L x W
            Ø x LLF x Cu x n

N =  150 LUX x 6 meter x 5 meter
          3000 Lumen x 0,7 x 0,5 x 1

N =    4500
          1050

N = 4,28 (dibulatkan menjadi 4 buah lampu)

Jadi jumlah lampu yang digunakan untuk ruang tamu dengan luasan 6x5 meter tadi adalah 4 buah lampu dengan jenis lampu yang digunakan adalah lampu TL 40 watt. Dan jumlah Watt yang diperlukan untuk ruang tamu tersebut bisa dikatakan adalah 4 x 40 Watt = 160 Watt.


Memilih Bentuk Lampu yang Tepat
Setelah mengetahui jenis dan ukuran Watt lampu yang dibutuhkan, bentuk dari sebuah lampu sering kali kurang diperhatikan, padahal bentuk lampu juga sangat berpengaruh pada persebaran cahaya lampu tersebut. Dari berbagai jenis bentuk bola lampu, semakin bulat bentuk bola lampu tersebut maka cahaya yang akan tersebar semakin rata. Pemilihan bentuk lampu tidak hanya didasari pada kebutuhan akan cahaya saja tapi juga aktifitas pada sebuah ruangan juga akan mempengaruhi bentuk lampu serta posisi lampu tersebut berada. Contohnya untuk ruangan yang mayoritas aktivitasnya berpusat di tengah, lampu berbentuk spiral atau stick mungkin sudah cukup untuk bisa mengakomodir kebutuhanmu.


Terima kasih,Semoga Bermanfaat

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Posting Komentar

0 Komentar