About Me

header ads

Mengenal Sistem AC dalam utilitas arsitektur

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم




Dalam sistem utilitas arsitektur, sistem penghawaan tidak luput menjadi pembahasan khusus, pengetahauan dasar mengenai jenis-jenis AC yang bisa digunakan, atau seperti apa sistem kerjanya juga sebaiknya harus kita ketahui. Hal itu dikarenakan sangat terkait dengan kenyamanan dan keamanan dari penghuni gedung yang kita desain. Contohnya jika kita menggunakan AC central untuk rumah tinggal yang pada dasarnya hanya ruang-ruang tertentu saja yang memerlukan AC, maka tentunya hal itu akan boros biaya, kecuali memang desain rumahnya full memerlukan AC di tiap-tiap ruangnya. Adapun jika ingin menggunakan AC split, jenis-jenis dan kemampuan dari AC tersebut juga sangat berpengaruh dalam desain kita saat meletakkannya nanti. Oleh karena itu pengetahuan dasar mengenai sistem AC itu bisa dibilang perlu.

Untuk jenis AC sendiri itu terbagi menjadi dua, yaitu AC central, dan non central, untuk AC central jenis AC ini banyak digunakan pada bangunan yang berlantai tinggi, atau bangunan yang memiliki cakupan yang luas, karena AC jenis ini menggunakan sistem control satu titik (satu unit outdoor untuk beberapa unit indoor), berbeda dengan AC non central yang biasanya menggunakan sistem satu unit indoor dan satu unit outdoor sehingga lebih banyak digunakan pada area yang lebih kecil.


AC central
Non central
Kontrol
Satu titik /Terpusat
terbagi sesuai jumlah AC nya
Penggunaan
Area luas
Area kecil

Lalu Apa sih lebih jelasnya AC central  itu????

Seperti yang saya tulis diatas, Ac central itu adalah salah satu unit pendingin yang dikontrol secara terpusat, dan di distribusikan ke seluruh area Gedung atau lantai dengan kapasistas yang menyesuaikan dengan ukuran ruangan.

Sistem AC Central terbagi atas beberapa komponen yaitu :


  1. Chiller / Condensing Unit / Outdoor AC


    Chiller ini berfungsi untuk mendinginkan atau menurunkan suhu dengan cara mendinginkan air yang terletak pada bagian evaporator, lalu air dingin tersebut akan disebarkan keseluruh area, namun sebelumnnya air tersebut harus dialirkan ke bagian mesin (AHU) yang berfungsi dalam menukar panas. Adapun komponen yang berada didalam chiller ini meliputi :

    kompresor : berfungsi untuk mengsirkulasikan refrigerant dalam sistem chiller,
    kondensor : berfungsi untuk memindahkan panas dari sistem refrigrasi ke media pendingin yang digunakan
    katup ekspansi : berfungsi untuk menurunkan tekanan refrigerant
    evaporator : merupakan tempat untuk refrigerant menguap untuk menyerap panas dari udara.

    Umumnya ada dua jenis chiller jika didasarkan dengan media pendingin kondensornya yaitu :

    Air cooled Chiller :  Menggunakan udara sebagai media pendingin
    Water cooled Chiller  : Menggunakan air sebagai media pendingin.
  2. AHU (Air Handling Unit)


    Bagian ini berfungsi dalam mengatur udara dengan cara menukar kalor, adapun udara panas yang terdapat didalam ruangan dihembuskan melewati coil pendingin didalam AHU sehingga membuat udara panas menjadi dingin.

    Didalam AHU ini terdapat 3 komponen utama yaitu, Cooling Coil yang berfungsi untuk mendinginkan udara yang melewatinya, Filter yang berfungsi untuk menyaring udara dari kotoran-kotoran yang terbawa, dan Blower (fan) yang berfungsi untuk menghembuskan udara yang telah didinginkan kedalam ruangan.
  3. Ducting AC / saluran AC

    Sumber : finalpartings.com
      Merupakan saluran dari udara yang sudah didinginkan oleh AHU, yang kemudian di distribusikan kesemua area bangunan, umumnya saluran ducting ini berada dibagian atas plafond.
    1. Cooling Tower
      Sumber : favpng.com

        Cooling tower atau dikenal dengan menara pendingin merupakan suatu unit yang hanya ada untuk jenis kompresor water coolerFungsinya adalah untuk melewati air panas pada filamen cooling tower yang kemudian ditiup oleh udara sekitar dengan mesin blower yang suhunya lebih rendah. Maka air tersebut akan turun suhunya. Lalu akan dipompakan kembali ke unit chiller.
      1. Pompa Sirkulasi
        Pompa sirkulasi berfungsi untuk memompa air pada sistem AC. Pompa sirklasi pada mesin AC central terbagi menjadi 2 jenis :

        Pertama yaitu  Pompa sirkulasi air dingin (Chilled Water Pump) = berfungsi mensirkulasikan air dingin dari Chiller ke Koil pendingin AHU / FCU. Kedua adalah Pompa Sirkulasi air pendingin (Condenser Water Pump), = jenis pompa sirkulasi yang berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dari kondensor chiller ke bagian Cooling Tower.
      Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Ac Central
      Kelebihan :
      1. Getaran dan suara dari mesin pendingin hampir tidak mempengaruhi runagan.
      2. Proses perbaikan dan pemeliharan tergolong mudah
      3. Seluruh pendingin yang berada pada setiap ruangan sebuah gedung dapat dilayani oleh satu sistem saja.
      4. Kelembapan udara dapat diatur
      Kekurangan :
      1. Harga awalnya yang cukup tinggi
      2. Ac unit central tidak bisa dipakai dirumah sakit, karena dikhawatirkan akan membawa kuman-kuman dari ruangan penderita penyakit menular melalui saluran udaranya.
      3. Biaya operasional yang cukup mahal
      4. Pengaturan suhu dan temperature tidak bisa bervariasi.

      Gambar instalasi AC Sentral

      Prinsip kerja dari suatu Sistem AC Sentral adalah mengambil atau menyedot udara yang ada di dalam ruangan (return air) yang selanjutnya dicampur (mix) dengan udara segar (fresh air) dari lingkungan berdasarkan komposisi yang dikehendaki. Perhatikan ilustrasi sistem Ac sentral di bawah ini.

      Lalu gimana dengan dengan AC non central ??
      AC Non Central merupakan kebalikan dari Ac central, AC non central tidak terpusat, dengan kata lain sistem AC non central pada umumnya satu unit outdoor untuk satu unit indoor. Penggunaannya sendiri biasanya banyak di rumah tinggal yang mana hanya ruang-ruang khusus saja yang memerlukan pendiingin, rumah sakit pun biasanya memakai AC non central dengan alasan lebih aman dari penularan penyakit.
      Prinsip kerja AC non central umumnya sama yaitu menyerap panas udara didalam ruangan yang kemucian didinginkan oleh evaporator, lalu melepaskan panas tadi keluar ruangan melalui kondensor (unit outdoor).
      Jenis-jenis AC non central 

      1. AC Split


        AC Split adalah jenis AC yang paling sering ditemui di Indonesia, AC ini memiliki 2 komponen utama yaitu: unit pendingin yang biasanya diletakkan atau dipasang di dalam ruangan atau sering disebut juga unit indoor dan juga unit pembuang panas berbentuk persegi (kondensor) yang biasanya diletakkan di luar ruangan sering disebut juga unit outdoor.


        Kelebihan AC Split :

        • AC split lebih terjangkau dari segi harga jika dibandingkan jenis AC lainnya.
        • Mudah dicari di took elektronik baik online ataupun offline
        • Tidak berisik
        • Perawatan bisa dilakukan sendiri secara manual, atau jika ingin memanggil tukang service AC juga masih cukup terjangkau.
        • Harga dari AC Split lebih terjangkau atau lebih murah daripada jenis AC lainnya.
        • Dari segi perawatan bisa dilakukan dengan mudah karena bisa dibersihkan sendiri secara manual, dan untuk biaya perawatan atau service jenis AC Split juga cukup terjangkau - dibandingkan jenis AC lainnya.

        Kekurangan AC Split :

        • AC Split tergolong boros dari segi penggunaan daya listrik jika dibandingkan jenis AC lainnya apa lagi jika AC sering dihidup dan matikan, maka akan memakan lebih banyak biaya.
        • Dari segi penampilan masih kurang estetika, karena AC split memiliki komponen yang menonjol, sehingga untuk pemasangan sebaiknnya diletakkan ditempat yang tersembunyi atau menyesuaikan dengan konsep desainnya.

        Tipe-tipe AC Split :

        • Low Watt : Ac tipe ini sangat cocok digunakan untuk rumah yang mempunyai daya listrik yang kecil karena kemampuan dalam menyerap listrik bisa dibilang cukup rendah, namun hal itu berimbas pada kemampuan pendinginannnya, yang mana menjadi agak lama jika dibandingkan jenis AC split lainnya.
        • Standard : Ac tipe standar menyerap listrik agak lebih besar dari yang tipe Low Watt, namun untuk mendinginkan ruangan AC ini jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan tipe Low Watt.
        • Inverter :Untuk tipe ini dalam mendinginkan ruangan bisa dibilang yang tercepat jika dibandingkan dua jenis sebelumnnya, namun hal itu berimbas pada penyerapan daya listrik yang lebih besar lagi.
      2. AC Window
        Sumber : jual-ac.blogspot.com

          AC ini merupakan salah satu jenis AC tipe lama dan bisa dibilang jarang ditemui lagi di jaman yang modern ini. Bentuk AC Window yang lumayan besar jika dibandingakn dengan AC modern sekarang, mungkin jadi salah satu alasan mengapa Ac jenis ini sudah jarang ditemui.

          Kelebihan AC Window :

          • AC Window adalah jenis AC yang bisa dibilang paling hemat energi karena Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya perawatan dan biaya tagihan listrik.
          • Tidak mengambil terlalu banyak ruang di rumah karena langsung diinstal pada jendela pendinginan.
          Kekurangan AC Window :
          • Pilihan jenis AC yang terbatas karena bentuk AC yang mengikuti model jendela sehingga mungkin akan sulit menemukan model AC yang sesuai.
          • Dapat menghalangi cahaya atau udara alami yang masuk dari jendela karena AC dipasang di jendela.
          • Pemasangan dan instalasi AC sangat sulit dan memerlukan banyak tenaga karena harus melubangi jendela atau tembok dengan ukuran yang cukup besar sehingga tidak efisien.
        1. AC Tower / Floor Standing
          Sumber : indiamart.com

            AC Tower ini kurang lebih sama dengan AC Split, namun dengan ukuran yang lebih besar. Untuk peletakkan jika AC Split diletakkan di dinding bagian atas, maka AC Tower diletakkan di lantai dan memiliki bentuk hampir seperti lemari. Selain tipe AC split, jenis AC ini juga banyak digunakan oleh masyarakat.

            Kelebihan AC Tower

            • AC Tower atau Floor Standing lebih hemat energi daripada jenis AC lainnya sehingga biaya tagihan listrik bisa dihemat cukup signifikan.
            • AC jenis ini mudah dipindahkan kemana saja karena memiliki roda dibawahnya
            • Dari segi harga, AC Tower memiliki harga yang cukup terjangkau.
            • AC ini tergolong lumayan cepat dalam mendinginkan ruangan.
            • Untuk perawatan, AC Tower ini tergolong mudah perawatannya bahkan bisa dilakukan sendiri secara manual, jika mengerti tentunya.
            Kekurangan AC Tower
            • AC Tower biasanya memiliki suara yang cukup keras, karena power enegri AC yang cukup kuat.
            • Membutuhkan space khusus yang cukup luas untuk meletakkan AC ini didalam ruangan. Sehingga untuk ruangan yang kecil sangat tidak cocok karena membuat ruangan menjadi sempit.
          1. AC Cassette
            Sumber :qcrimadad.org

              AC jenis Cassette ini untuk sistem kerjanya hampir sama juga dengan jenis AC Split dan AC Tower (Floor Standing). Namun yang membedakannya adalah dari segi bentuk dan penempatannya, untuk AC jenis ini penempatannya biasanya di langit-langit / plafond ruangan. AC jenis ini biasa kita jumpai pada area yang cukup luas missal perkantoran, aula, dan semacamnya.

              Kelebihan AC Cassette
              • Cocok untuk ruangan yang luas karena bisa menyalurkan hawa dingin dengan baik secara merata dan dapat mendinginkan ruangan dengan cepat.
              • Memiliki sensor ganda yang baik untuk memaksimalkan kerja penyaluran udara suhu rendah sehingga menciptakan kesegaran di dalam ruangan yang optimal.
              • AC Cassette juga dilengkapi dengan teknologi deteksi jumlah orang dalam ruangan sehingga jika orang yang berada di dalam ruang semakin banyak maka secara otomatis ia akan mendinginkan ruangan.
              Kekurangan AC Cassette

              • Dari segi harga, AC Cassette lebih mahal dibandingkan tipe AC lainnya karena dipergunakan untuk tempat atau ruangan yang luas.
              • Perawatannya cukup sulit karena berada di langit-langit ruangan sehingga membutuhkan alat bantu.


            Terima kasih,Semoga Bermanfaat

            ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

            Posting Komentar

            3 Komentar