About Me

header ads

Sistem kebakaran dalam utilitas bangunan

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Sebuah bangunan yang baik tentunya memiliki sistem kebakaran yang baik, karena hal itu akan sangat berpengaruh kepada keselamatan nyawa seseorang, sehingga seorang arsitek pun wajib tahu tentang apa saja sistem kebakaran yang sebaiknya dimasukkan dalam desain bangunannya.

Menurut Peraturan Mentri 2008 Sistem kebakaran itu terbagi menjadi dua jenis :

Sumber: trivellatosrl.it

  • Sistem kebakaran pasif : meliputi dinding, lantai, pintu (sistem kebarakan yang berfungsi sebagai media proteksi / penyedia jalur evakuasi)
  • Sistem kebakaran aktif : meliputi sprinkler, detector, alarm, hydran dan APAR (sistem kebakaran yang berfungsi aktif dalam memadamkan apinya)

Pengertian macam-macam sistem kebakaran aktif
  1. Springkler : Sebuah alat semprot otomatis yang letakknya berada di langit-langit, alat ini akan bekerja Ketika suatu ruang mencapai titik panas tertentu dan menyebabkan wadah kaca air raksa yang berada ditengah springkler pecah, lalu mengeluarkan air dari sumber air ke area yang telah terdeteksi panas tadi.

    Sumber : arsitur.com

  2. Detector : sebuah alat pendeteksi yang berfungsi untuk memberitahukan keadaan bahwa sedang terjadi kebakaran melalui alarm, Detector ini sendiri memiliki banyak jenisnya antara lain :

    - Smoke detector : pendeteksi asap
    - Heat detector : pendeteksi panas
    - Gas detector : pendeteksi gas
    - Flame detector : pendeteksi api
    - Fixed Temperature Detector
    - Carbon monokside detector
    - multi sensor detector
    - Manual Call Point

  3. Alarm : Masih dalam satu rangkaian detector, alat ini berfungsi sebagai pemberi peringatan dini dengan mengeluarkan bunyi suara yang nyaring. Sementara untuk jenis pemasangannya terbagi menjadi convensional, adressable, inteleggne, dan wireless
  1. Hydran : Suatu alat yang biasanya berbentuk seperti lemari penyimpanan berwarna merah, dan dilengkapi dengan selang dan mulut pancar didalamnya, guna untuk menyalurkan air yang digunakan untuk keperluan pemadaman kebakaran. Untuk peletakkan hydran sebaiknya terletak dekat dengan shaft kebakaran dan lobbynya, serta dekat dengan akses pemadam kebakaran yang akan datang dari arah luar hal itu agar mempermudah petugas pemadam nanti saat akan menggunakannya. Lalu area yang bisa dicover oleh hydran berbentuk lingkaran dengan cakupan radius kisaran 35-38 m.



    Untuk jenisnya hydran ini terbagi menjadi tiga, pertama yaitu jenis hydran gedung, yang saya deskripsikan diatas termasuk kedalam jenis hydran ini, lalu untuk yang kedua yaitu hydran kota, dan yang ketiga hydran taman.

  2. APAR : Alat Pemadam Api Ringan, suatu alat semprot yang digunakan saat terjadinya indikasi kebakaran.

Sumber : shoppe.com


Lapis Perkerasan (hard standing) dan Jalur Akses masuk (access way) dan Jarak antar gedung.




Lapisan perkerasan (hard standing) berfungsi untuk penyangga atau pijakkan mobil DAMKAR yang nantinya akan digunakan dalam proses evakuasi, bahan untuk Hard Standing yang disarankan yaitu Metal atau Paving Block serta memiliki warna yang mencolok yang berbeda dari perkerasan disekitarnya dan bersifat reflecting agar pada malam hari area itu mudah diidentifikasi dengan sorot lampu. Untuk hunian atau Gedung yang memiliki ketinggian lebih dari 24 meter, Hard standing nya membutuhkan konstruksi khusus dibawahnya.

Lalu ukuran yang disarankan pada Hard standing yaitu kisaran 6 (lebar) x 15 (panjang), lapisan harus dibuat sedatar mungkin agar mobil Damkar yang berada diatasnya seimbang, kemudian dari jarak jalur akses ke lapisan perkerasan maksimal sejauh 46 meter, jika melebihi 46 meter, maka disarankan untuk memberikan belokan pada selebihannya.

Sementara itu  untuk jarak jalur masuk dan Hydran kota jangan lebih dari 50m dan jangan ada satupun benda yang menghambat jalur tersebut, agar mempercepat proses kerjanya petugas kebakaran. Namun jika bangunan yang kamu desain berada di titik yang lebih dari 50m dari hydran kota, atau areanya bahkan tidak memiliki sama sekali hydran kota, makan hydran taman menjadi salah satu alternatifnya.

Untuk jarak antar gedung, bisa dilihat pada table dibawah ini :

Tinggi bangunan gedung (m)
Jarak minimum antar bangunan gedung (m)
8
3
8-14
3-6
14-40
6-8
>40
>8

Jarak diatas tidak dimaksudkan untuk menentukan garis sempadan bangunan.

(Permen PU no 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Kebakaran Pada  Bangunan Gedung dan Lingkungan)

Jenis-jenis pompa pada sistem kebakaran

Pompa pada sistem pemadam kebakaran harus dapat menjamin kehandalan sistem pemadam kebakaran disaat kebakaran terjadi. Agar kehandalan sistem kebakaran tetap optimal, terdapat 3 jenis pompa yang harus tersedia, yaitu:
  1. Jockey Pump. berfungsi untuk menjaga tekanan air di dalam pipa kebakaran pada masa standby / tidak terjadi kebakaran. kapasitas pompa terkecil dibandingkan 2 pompa yang lain

  2. Electric Pump. Pompa utama yang mengandalkan energi listrik PLN untuk bekerja. Kelemahannya, ketika kebakaran bisa terjadi pemadaman listrik oleh PLN, sehingga tidak dapat dioperasikan.

  3. Diesel Pump. Pompa utama sebagai backup electric pump ketika terjadi pemadaman listrik PLN.
Ke-3 pompa tersebut bekerja dalam sebuah sistem pemadam kebakaran yang dapat dikontrol dari panel kontrol/ruang kontrol.

Jalur Evakuasi

Dalam jalur evakuasi salah satu area yang dijadikan area evakuasi adalah lobby kebakaran, dalam lobby kebakaran pada lantai dasar sebaiknya memiliki 2 pintu, yaitu pintu masuk dari dalam bangunan, dan pintu keluar untuk dari dalam bangunan ke area luar, lalu jika lobby kebakaran ini digunakan untuk melayani 3 lantai, maka minimal dinding penahan api nya memiliki daya tahan selama 1 jam, namun jika untuk 4 lantai atau lebih minimal 2 jam, dan untuk tangganya minimal tahan 1 jam.

Jarak dari tangga kebkaran ke tangga kebakaran lainnya minimal 30 m dan maksimal 60 m, sementara untuk jarak dari tangga ke titik terjauh orang berada yaitu 25 m jika sistem gedungnya dilengkapi dengan springkler, dan 40 m jika gedungnya tidak dilengkapi oleh springkler.





Terima kasih,Semoga Bermanfaat

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Posting Komentar

0 Komentar